Sosialisasi Bimbingan Perkawinan Bagi Remaja Usia Nikah

STIT Tunas Bangsa Mengadakan Sosialisasi Bimbingan Perkawinan Bagi Remaja Usia Nikah

Berita

STIT Tunas Bangsa Mengadakan Sosialisasi Bimbingan Perkawinan Bagi Remaja Usia Nikah

Guna mendukung program pemerintah untuk menekan angka pernikahan usia dini pada remaja dan menekan angka perceraian yang masih tinggi di kabupaten Banjarnegara, STIT Tunas Bangsa Banjarnegara bekerja sama dengan Kementrian Agama Kabupaten Banjarnegara, mengadakan Sosialisasi Bimbingan Perkawinan Bagi Remaja Usia Nikah bertempat di ruang aula Kampus STIT Tunas Bangsa Banjarnegara Jl.Lapangan Kalisemi Indah No.9-11 Parakancanggah, Kec. Banjarnegara. Pada senin dan selasa 9-10 September 2019. Para peserta yakni terdiri dari gabungan mahasiswa Stit Tunas Bangsa dan Stimik Tunas Bangsa dari berbagai program studi dan semua semester.
Pada Sosialiasi tersebut Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Banjarnegra Musohibin menyampaikan materi fiqih tentang pernikahan, sedangkan saudari Uun Setyo selaku Bidan Puskesmas 2 BAnjrnegara menyampaikan materi tentang pentingnya merawat kesehatan reproduksi dan penyakit-penyakit pengganggu kehamilan.

Sosialisasi Bimbingan Perkawinan Bagi Remaja Usia Nikah

“Kami melakukan sosialisasi kepada seluruh anak muda (Mahasiswa) agar mereka mampu membentuk karakter remaja agar mampu mandiri saat sudah memutuskan untuk berumah tangga,” ungkap Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Banjarnegra Musohibin.

Dalam sosialisasinya, Musohibin menjelaskan pendidikan pra nikah sangat penting disampaikan kepada kaum muda sebelum memasuki masa pernikahah. Sebab, jika pemuda bisa faham dan meminimalisir kekurangan tersebut, tentunya bisa membentuk rumah tangga yang yang diinginkan yaitu sakinah, mawaddah dan warohmah.

Tujuan dari sosialisasi pendidikan pra nikah sendiri juga bertujuan untuk mengantisipasi permasalahan yang kurang baik seperti gagalnya membentuk keluarga bahagia dan sejahtera. Serta, memberikan pengertian dan pemahaman yang baik tentang essestensi pernikahan untuk membentuk keluarga bahagia dan sejahtera, memberikan solusi alternatif dari kondisi yang rapuh dan rentannya rumah tangga yang berujung perceraian.

Sementara itu, salah satu Dosen Irega GG, M.Pd, sangat mengapresiasi adanya bimbingan tersebut. Pasalnya bisa dipakai bekal untuk menciptakan generasi muda yang berprestasi dan tentunya dengan harapan memiliki keluarga yang sakinah.

“Usia muda memang usia yang bergejolak dan riskan dengan hal-hal yang negatif. Maka disini memang sangat perlu pengawasan dan bimbingan,” tutup Dosen Kampus Tunas Bangsa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *