PAK IR

PAK IRR, BEGITULAH PANGGILANYA

Berita Gallery Informasi

Lahir dengan nama Irega Gelly Gera, di Cilacap 21 september 1992. Ia adalah seorang anak kedua dari dua bersaudara. Buah dari pasangan Ibnu Winasis dan Warsih Subekti. Irega adalah panggilan akrabnya dan pak Ir adalah sapaan teman sekantor. Kakak perempuannya bernama Sesinia R.L. pada saat kecil ia bersama keluarga meninggalkan kampung halaman dan hidup di perumahan pekerja di pabrik PT Dieng Djaya, Sumberejo, Batur, Banjarnegara mengikuti orangtuanya yang bekerja di parbrik BNA. Dulu kehidupan terjamin sampai ketika di Pabrik tersebut terjadi korupsi yang membuat para pekerja di PHK tak terkecuali ayahnya. Itu membuat keluarganya banting setir. Ibunya yang kompeten dan pernah mendapat pendidikan di SPG menjadi guru di SD, ayah mengkuti jejak ibunya karena termotivasi.

Ketika berumur 7 tahun ia memulai pendidikannya di SDN 1 Sumberejo batur Banjarnegara kemudian setelah lulus ia melanjutkan di SMPN 1 Batur banjarnegara lulus pada tahun 2004. Selepas lulus di smp tersebut masih pada tahun yang sama ia menempuh pendidikan di kota kabupaten yaitu SMAN 1 bawang. Semasa remaja ia mempunyai cita-cita menjadi atlet tenis meja. Lulus tahun 2007 dan melanjutkan ke perguruan tinggi UNY dengan prodi kebiajakan pendidikan lulus 2015 lalu melanjutkan S2 di UMM malang

Lelaki berdarah jawa, memiliki hoby nonton film anime dan olahraga badminton ini pernah mendapat IPK lima besar di Universitas Muhammadiyah Malang. Dengan perolehan IPK 3,91.

Selain itu ia semasa kuliah ia juga aktif di ukm jurnalistik dan menjadi kepala penerbitan.

Saat ini ia menjadi dosen di STIT TUnas Bangsa Banjarnegara. Sebelumnya ia pernah bekerja di SMP darujannah namun bertahan hanya satu bulan. Mahasiswa pertama yang diajar adalah mahasiswa angkatan 2019. Ia sangat terkesan dengan mahsiswa yang diajarnya karena cerdas-cerdas dan sangat aktif.

Namun begitu, ada suka maupun duka yang dialami selama menjadi dosen. Sebagai kampus yang baru berdiri sejak 2017, banyak hal yang masih perlu dibangun dan dikembangkan. Ia optimis kampus STIT Tunas Bangsa Banjarnegara kedepan akan menjadi lebih maju.

Kemudian ia juga berharap kepada para mahasiswa agar aktif dalam berkegiatan. Produktif dan membangun kemajuan kampus lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *